Kamis, 11 Maret 2010
Sebuah Keuntungan Kecil Berakibat Hal yang Berat
Para warga kampung terpana dan ingin mendengar lebih jauh perkataan sang istri.
“Musim dingin lalu, suami saya pergi ke seberang sungai untuk membayar pajak. Saat tiba di tepian, ia mengikat perahunya dan terlihat olehnya ada daging tergeletak di kapal kosong didekat situ. Tidak ada orang disekitarnya, ia menganggap daging itu tak bertuan, membawanya pulang dan menimbangnya, 18 ons dan menggorengnya untuk lauk makan siangnya. Lalu ia mendengar berita bahwa di tepian sungai itu ada seorang pembantu yang tewas di tangan majikannnya karena kehilangan 18 ons daging, kejadian sebelumnya adalah saat ia membersihkan daging itu di sungai lalu ditinggal sebentar untuk mengambil sesuatu didalam rumah, namun ketika ia kembali daging sudah lenyap, dan ketika pulang dengan tangan kosong, majikannya begitu marah dan memukulinya bertubi-tubi, tak sengaja membunuhnya.
Suami majikannya saat pulang ke rumah begitu kaget mengetahui istrinya menewaskan sang pembantu, didalam kebingungan dan ketakutannya, sang istri gantung diri.
Dan sekarang, suami saya tewas disambar petir.
“Saat memperoleh sesuatu yang bukan milik kita, orang mungkin berpikir bahwa hal itu adalah sebuah keberuntungan. Namun pada kenyataannya, hal itu membawa petaka dan kesengsaraan bagi orang lain, “ isak sang istri.
“Sebuah keberuntungan kecil ternyata membawa akibat yang sangat buruk..” (yqm)
Kamis, 04 Maret 2010
Mengatur Tangan
Hari itu, datang seorang kepala pemborong yang merasa penasaran. Dia meletakkan uang 5 juta rupiah di atas meja, dan berkata bahwa dia ingin membeli 1,98 kg daging beserta tulang, 3.96 kg daging tanpa lemak, dan 5,94 kg daging yang berlemak, jika bisa sekali potong dengan berat persis yang dia inginkan maka setumpuk uang di atas meja itu semua akan diberikan kepada paman saya.
Saya yang berdiri di samping membakar semangat paman dan berkata: "Kalau begitu cepat potonglah, Paman!"
Sedangkan paman membalikkan tubuhnya, terus-menerus mengasah pisaunya, seperti dia sedang memikirkan sesuatu. Setelah lewat beberapa lama kemudian, dia mengangkatkan kepala memandang ke arah kepala pemborong tersebut: "Tiga bagian daging yang Anda inginkan tersebut akan saya potongkan, Anda bayar sesuai dengan berat daging tersebut, selebihnya satu sen pun tidak akan saya terima."
Selesai berbicara dia langsung mengayunkan pisau untuk memotong, dengan cepat sekali tiga bagian daging yang diinginkan oleh pembeli selesai terpotong, setelah ditimbang sungguh tepat berat setiap bagian daging, tidak selisih satu gram pun, orang-orang yang menonton di sekeliling tak henti-hentinya memuji.
Pulang ke rumah saya bertanya kepada paman: "Harga daging tersebut tidak sampai lima juta, mengapa tantangan itu tidak Anda terima saja?"
Paman tertawa dengan lugu: "Hati berseri-seri jika melihat uang, dalam hati akan timbul kekalutan, jika kalut pasti akan gugup, dengan sendirinya mata menjadi kabur dan tangan bergemetaran, keterampilan yang Anda miliki akan hilang, masih akan mengundang ejekan dari orang lain."
Di kemudian hari ketika usia paman sudah cukup tua, dia sudah tidak berdagang lagi. Dia hidup santai di rumah menjaga cucu-cucunya. Saat itu ada orang lain yang membuka kios daging, ingin merekrut paman dengan gaji sangat tinggi, yang dipakai hanya ketenaran namanya untuk menarik pembeli.
Tetapi paman bersikukuh menolak, dia berkata bahwa selain tidak mengeluarkan tenaga sendiri ia tidak mau mengibuli orang lain, ia tidak akan mau uang semacam itu!
Ketika paman tepat berusia 80 tahun, kami semua sebagai generasi muda datang ke tempat paman untuk merayakan hari ulang tahun bersamanya, paman sangat gembira.
Sambil mengangkat gelas minumnya tinggi-tinggi ia berkata kepada kita semua: "Seumur hidup ini saya senantiasa mengatur sepasang tangan saya untuk tidak mengeruk dan mengambil sesuatu yang mengingkari hati nurani, lebih-lebih tidak memiliki niat harus menggengam sesuatu dan tidak ingin dilepaskan. Oleh karena itu hati ini bersih dari kekalutan, tenang dan damai, hidup dengan santai dan bergembira...." Huang Tong
Sabtu, 27 Februari 2010
MELAMUN
Apakah Anda pernah mencoba untuk menyelesaikan suatu masalah tetapi tidak menemukan jawabannya? Lantas, ketika Anda berhenti mencari dan melanjutkan kegiatan lainnya, jawaban itu datang dengan sendirinya.
Saat ini seorang professor psikologi tengah menguji bagaimana inspirasi dapat terjadi ketika mereka sedang melamun. Seorang ahli psikologi, Kalina Christoff dari Universitas Colombia Inggris mencatat banyak kejadian, saat Anda sedang jatuh tertidur atau menatap kosong ke langit-langit, akan muncul jawaban masalah yang selama ini mengesalkan Anda. Ini fenomena yang menarik minatnya, namun dia juga menyampaikan sulit untuk meneliti suatu hal yang terjadi secara spontan.
Lantas Christoff memikirkan cara agar seseorang tidak terlalu memperhatikan. Untuk mendapatkannya, dia meminta subyek studi melakukan tugas rutin menyentuh layar komputer setiap kali mereka melihat nomor yang muncul. Lantas dia akan menghentikan subyek sekitar satu kali setiap satu menit - begitu sering sehingga mereka akan cukup dikacaukan ketika mengumpulkan pengamatan saat sedang melamun.
"Jadi apa yang ingin diketahui dari mereka adalah membandingkan antara pikiran saat melamun dengan memikirkan tugas yang diberikan dan melihat apa yang terjadi di dalam otak ketika Anda mengalami berpikir-melamun," kata Christoff.
Saat mereka diuji, subyek Christoff berbaring di dalam pemindai otak. Mesin ini dapat melihat bagian mana di dalam otak yang menjadi lebih aktif saat seseorang sedang berkonsentrasi atau bergerak.
Christoff mengatakan dia melihat beberapa hal yang terjadi saat pikiran seseorang mulai melamun ketika melakukan rutinitas tugas. Pertama, "jaringan standar" menjadi aktif. Itu adalah bagian otak yang menjadi sibuk ketika kita melakukan tugas sederhana, seperti menyaksikan televisi atau mengaduk mangkuk adonan kue.
Christoff menyatakan dia yakin melihat bagian otak ini terikat. Namun dia juga melihat bagian lain dari otak sedang beraksi.
"Kami juga melihat jaringan eksekutif, bagian dari otak yang membantu Anda menyelesaikan masalah sulit dan membantu Anda membuat keputusan, juga aktif ketika seseorang sedang melamun," lanjut Christoff.
"Ketika seseorang sedang melamun, sangat luas dari bagian otak menjadi kosong, sebenarnya saat itu otak menjadi benar-benar aktif, dan sangat luas area yang menjadi sangat aktif ketika Anda sedang melamun."
Menurut Christoff, biasanya dua sistematika otak ini tidak dapat melakukan hal secara bersamaan. Dia mengatakan hal ini menunjukkan pada kita mengenai suatu hal yang terjadi saat kita sedang sangat disibukkan dengan tugas sederhana.
"Meskipun Anda mungkin tidak secara khusus fokus pada satu masalah, Anda mungkin dapat menggunakan sejumlah sistem otak yang berbeda untuk menyelesaikan masalah," Christoff menyampaikan. "Anda memiliki cakupan sumber yang luas yang tersedia di otak untuk menghadapi masalah yang sedang Anda lamunkan."
Christoff menyatakan dia ingin melakukan riset lebih jauh tentang bagaimana seseorang dapat mengikat kekuatan melamun dan menggunakannya sebagai sarana untuk membantu menyelesaikan masalah sulit.
Risetnya dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences.
Berakar Dalam dan Berdaun lebat
Suatu hari saya memutuskan untuk mengunjungi dokter tersebut dan ingin mengetahui apakah dia merasakan kekhawatiran karena pohon-pohonnya tumbuh sangat lambat. Dia dengan semacam nada bangga menceritakan kepada saya tentang teorinya yang luar biasa itu, dia bilang jika pohon itu selalu disiram dengan air, akar dari pohon itu akan membiasakan diri pada lapisan tanah yang dangkal, terbiasa dalam lingkungan yang nyaman, selalu menantikan air dari permukaan tanah yang sangat mudah didapatkan.
Karena dia tidak sering menyirami dengan air, maka pohon itu memang pertumbuhannya agak lambat, tetapi dengan demikian akar dari pohon itu bisa tumbuh mengarah ke lapisan tanah yang lebih dalam, tumbuh kesana karena untuk mencari air dan gizi yang dibutuhkan.
Maka dari itu pohon-pohon tersebut akan memiliki akar yang sangat dalam, lebih bisa melawan serangan dari cuaca yang sangat buruk, dia juga memberitahu saya bahwa dia setiap hari pergi menepuk nepuk pohon ini.
Kemudian saya pindah rumah dan tinggal di luar negeri, sejak saat itu saya tidak pernah lagi menjumpai dirinya.
Lewat beberapa tahun kemudian saya pulang dari luar negeri, pergi melihat lihat ketempat yang dulu pernah saya tinggali, ketika saya berjalan kesana, saya mendapati ada sebuah hutan pohon kecil yang dulu belum pernah ada, cuaca pada saat itu sangat dingin dan angin bertiup sangatlah kencang, banyak pepohonan di pinggir jalan yang tertiup angin sampai “membungkukkan pinggangnya”, sepertinya sama sekali tidak bisa melawan angin yang dahsyat itu.
Tetapi ketika saya memasuki halaman rumah dokter tersebut, saya melihat pohon-pohon yang dia tanam itu sangatlah kokoh, batang pohonnya boleh dibilang tidak bergerak sama sekali, dengan gigih melawan tiupan angin yang kencang itu.
Melihat hasil yang demikian menakjubkan itu timbul berbagai macam pikiran dibenak saya… Setiap malam sebelum tidur, saya selalu melihat sebentar anak-anak, setiap kali berdoa untuk mereka, kebanyakan mendoakan agar mereka kelak bisa hidup lebih santai, agar mereka tidak banyak menemui kegagalan dan terpaan.
Namun kini saya berpikir telah tiba saatnya merubah cara mendoakan mereka, karena saya tahu, kehidupan anak-anak di hari esok pasti akan menemui kesulitan dan kegagalan yang tak terhitung jumlahnya. Dalam kehidupan ini pasti ada badai dan angin, tidak perduli dikehendaki atau tidak oleh kita. Saya akan mendoakan anak-anak saya bisa tumbuh dewasa membawa akar yang dalam, dengan demikian mereka akan mendapatkan gizi yang terbaik dari tempat yang paling tidak mudah untuk dicapai.
Selasa, 23 Februari 2010
Kasih ....nilai Koin
Seorang pelayan meletakkan segelas air di depannya.
"Berapa harga es krim coklat?"
"Lima puluh sen," jawab si pelayan. Anak kecil menarik tangannya keluar dari saku dan menghitung jumlah koin di dalamnya.
"Berapa harga satu porsi es krim biasa?" ia bertanya.
Beberapa orang sedang menunggu pada sebuah meja dan pelayan mulai tidak sabar.
"Tiga puluh lima sen," katanya kasar.
Anak kecil tersebut lagi menghitung koin. "Saya ingin es krim biasa," katanya.
Pelayan membawa es krim, meletakkan tagihan di meja dan berjalan pergi. Anak laki-laki setelah selesai menikmati es krim, membayar di kasir dan pergi.
Ketika pelayan itu kembali, ia mulai mengelap meja dan kemudian menelan ludah pada apa yang dilihatnya.
Di sana, ditempatkan dengan rapi di samping piring kosong, dua koin nikel lima sen dan lima koin penny- tip-untuknya.
Moral dari cerita ini: pikiran orang yang penuh kasih kepada orang lain adalah benar-benar luhur.
Berikan Anak Hadiah Seumur Hidup
Hubungan antara suami dan istri adalah hubungan yang paling intim di antara semua hubungan manusia. Ia bisa sangat kokoh, bisa juga sangat rapuh; ia bisa manis seperti madu juga bisa pahit seperti empedu; ia bisa pula saling meyelaraskan, sebaliknya juga bisa saling menghancurkan; ia mungkin saling bertentangan, bisa pula saling bekerja sama ... dan sebagainya. Pasangan suami istri harus menciptakan udara yang segar, supaya anak-anak tumbuh dan berkembang, ataukah sebaliknya ingin mengacau dan mengotori udara, membuat anak-anak menderita, bahkan mentalnya terkulai layu?
Melalui beragam hal-ihwal dalam kehidupan sehari-hari, tercermin hubungan suami istri yang baik., Anak-anak akan menghayati secara mendalam bahwa kasih sayang adalah saling memahami, saling menghormati, saling berbakti dan bertanggung jawab. Mereka akan melihat kegembiraan yang berlipat ganda dengan saling berbagi rasa, serta berkurangnya rasa cemas dengan saling memikul. Mereka juga telah melihat kasih sayang harus dipupuk setiap hari, hubungan pernikahan harus dibina seumur hidup; mereka juga telah menyaksikan perkawinan bukanlah makam cinta, melainkan sebuah teater pertunjukan cinta kasih.
Interaksi antara suami dan istri, lebih-lebih adalah sebuah contoh bagi anak-anak untuk belajar menjalin hubungan antarmanusia. Komunikasi yang jujur dan tulus dapat meningkatkan keakraban dan kecocokan hati yang lebih dalam; menghormati seseorang layaknya tamu, agar anak-anak tahu bahwa kendati akrab seperti suami istri, juga harus saling menghormati, saling mendukung, bersama-sama membesarkan dan mendidik anak, bersama memikul tanggung jawab keluarga, ini merupakan kewajiban bersama agar anak-anak menyadari bahwa suami istri adalah sebuah tubuh kebersamaan jiwa, kesalahan dan konflik yang kadang kala terjadi antara suami istri, serta jalan penyelesaiannya, itu justru agar anak-anak menyaksikan sifat manusia yang sesungguhnya dan pergolakan emosi, perihal solusinya dengan cara damai bagaikan habis hujan langit semakin cerah, atau dengan cara emosional bagaikan gunung meletus, itu adalah cara mendidik dengan versi yang berbeda.
Semoga para orang tua memperlakukan satu sama lain dengan sinar mata yang selalu penuh senyum, anak-anak akan “menyimpan baik-baik” senyuman tersebut, dan menggunakan prinsip luhur dibalik senyuman itu untuk menggapai kehidupan yang indah! Hubungan baik antara suami dan istri, adalah sesuatu yang layak disimpan dan digunakan seumur hidup, yang merupakan hadiah bagus dari kedua orang tua kepada anaknya.
Nilai Kebajikan di Balik Sains
Ke-13 nilai kebajikan yang ia tulis itu ialah:
1. Kesederhanaan: Tidak makan dan minum secara berlebihan.
2. Diam: Tidak banyak berbicara kecuali hal-hal yang mungkin berguna bagi orang lain atau diri sendiri. Menghindari percakapan yang tidak perlu.
3. Teratur: Letakkan barang-barang Anda pada tempatnya masing-masing. Aturlah waktu kerja Anda sesuai yang telah ditetapkan.
4. Teguhkan hati: Tetapkan hati untuk melakukan apa yang memang seharusnya Anda lakukan. Lakukan tanpa melupakan apa yang sudah Anda tetapkan.
5. Cermat/ hemat : Jangan memboroskan uang yang tidak ada gunanya bagi diri sendiri atau orang lain.
6. Rajin: tidak menyia-nyiakan waktu. Isilah waktu Anda dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Jangan lakukan hal-hal yang tidak berguna.
7. Tulus: Jangan memakai tipu daya yang menyakitkan orang lain. Berpikirlah secara murni dan adil; dan, jika Anda berbicara, berbicara sepatutnya dan sebenarnya.
8. Adil: Jangan menyalahi orang lain, dengan cara menyakitinya atau abaikan keuntungan Anda.
9. Sikap moderat: Hindari sifat yang berlebih-lebihan. Sedapat mungkin menahan amarah karena perasaan yang teluka, anggaplah itu sudah sepantasnya.
10. Kebersihan: Harus senantiasa menjaga kebersihan badan, pakaian, atau tempat tinggal.
11. Kesucian: Janganlah melakukan persetubuhan kecuali untuk kesehatan atau keturunan; terlebih jangan karena adanya kebosanan, kelemahan atau sakit hati atau demi kedamaian atau reputasi orang lain.
12. Kedamaian: Tidak merasa terganggu oleh hal-hal sepele, atau kejadian-kejadian umum yang tidak disengaja atau yang tidak dapat dielakkan.
13. Kerendahan hati: Tirulah Yesus dan Socrates.
Rencana Benjamin Franklin sangat tertata dengan cermat sehingga ia dapat memusatkan pikiran pada satu sifat kebajikan setiap minggunya. Karena semuanya ada 13 nilai kebajikan, sehingga ia memerlukan 13 minggu untuk menyelesaikan semua nilai kebajikan itu. Pada akhir minggu yang ke-13 ia akan memulainya kembali dari awal permulaan. Cara ini berhasil sehingga ia mampu mengikuti setiap kebajikan itu sebanyak empat kali dalam setahun.
Pada awal permulaan rencana ini, grafiknya penuh dengan titik-titik yang ia letakkan di bawah dari masing-masing hari di mana ia gagal mencapai tujuannya dalam berperilaku. Seiring dengan berjalannya waktu, bagaimanapun juga,
Menurut filsafat tradisional
