Sabtu, 28 Agustus 2010

Kebahagiaan adalah Kebaikan

Ayah berikan padamu tiga patah kalimat untuk menyertai hidupmu.”

Ayah : Kebahagiaan adalah semacam kebaikan.

Anakku, haruslah senantiasa berbahagia. Ini merupakan kemewahan terakhir bagi kita kaum miskin, jangan punya kebiasaan membuang kebahagiaan begitu saja.

Engkau harus senantiasa berbahagia, baik pada setiap pagi maupun senja hari. Engkau harus belajar mendengarkan bahasa dari segala benda dan mahluk yang berada di dunia ini. Engkau harus mencoba berkomunikasi dengan sungai, gunung dan bumi yang berada di dekatmu.

Di setiap desa kau lewati, engkau harus meninggalkan suara tawamu sebagai kenangan, dengan demikian bertahun-tahun kemudian ketika mereka berbicara tentang dirimu, mereka juga akan teringat bahwa ketika itu pernah ada seorang pemuda atau gadis yang riang gembira melewati desa ini dengan kebahagiaan penuh.

Kebahagiaan adalah semacam kebaikan. Engkau harus senantiasa membawanya di sampingmu, memperlakukannya bagai sebuah sapu tangan dari sang kekasih. Tak peduli berapa pun banyaknya barang bawaanmu.

Walaupun sepatumu telah rusak, kakimu tergores hingga berdarah, engkau juga harus tetap memegang kebahagiaan itu dengan sangat erat, jangan sekali-kali meninggalkannya walau sedetik pun.

Anakku, kebahagiaan adalah semacam kebaikan, karena ia bisa ditularkkan. Engkau harus menularkan kebahagiaanmu kepada setiap orang yang berada di dekatmu, tak peduli dia adalah petani yang sedang kelelahan atau turis yang sedang sakit. Tak peduli dia adalah seorang anak yang tidak memakai sepatu atau seorang ibu yang sedang murung memikirkan berasnya. Engkau harus menularkan kebahagiaanmu itu kepada mereka semua, jadikan mereka semua bunga segar dengan wajah senyum merekah.

Anakku, disetiap desa yang engkau lalui, para penduduk desa akan memperlakukan dirimu bagaikan sanak keluarganya sendiri, mereka akan memberimu air yang manis, mengisi tasmu penuh dengan bekal makanan.

Berikan kebahagiaanmu itu kepada mereka, ingatlah, kebahagiaan adalah kebaikan, dia bisa membuat dirimu hidup dalam hati orang-orang itu selama bertahun-tahun.

Jangan berhenti terlalu lama demi sekuntum bunga

Anakku,dalam perjalanan yang engkau tempuh, engkau akan menjumpai banyak sekali bunga-bunga segar yang belum pernah engkau jumpai dipinggir jalan. Bunga-bunga itu berjaga di pinggir sungai, bernyanyi dan menari tertiup oleh angin lalu.

Anakku, jangan mengabaikan mereka, jangan pernah membiarkan mata kita mengabaikan dan melewatkan suatu keindahan. Engkau harus menikmati gerak tubuh dan suara nyanyiannya, engkau harus merasakan keindahan hidup ini melalui kehadiran mereka. Tidak peduli seberapa jauhnya perjalananmu, tidak peduli betapa sulit dan bahayanya jalanan itu, engaku juga harus berkomunikasi dengan bunga-bunga itu, walaupun hanya menggunakan waktu-waktu saat sedang minum air atau mencuci muka.

Jangan mengabaikan bunga-bunga segar yang tumbuh penuh di pinggir jalan itu. Tetapi ayah beritahukan kepadamu, ketika engkau sedang terbenam dalam keharuman bunga, jangan lupa bergegaslah untuk melanjutkan perjalananmu, jangan berhenti terlalu lama demi sekuntum bunga.

Anakku, hanyalah seorang yang kebetulan lewat di sana. Tujuanmu yang sesungguhnya adalah mengarah di depan sana, perjalananmu masih lama dan panjang. Sepasang matamu masih tetap bersemangat, engkau adalah milik suatu tempat yang nan jauh di sana, tempatmu bukanlah di sini.


Memberikan hadiah kepada orang yang pernah membantu kita



Anakku, Asalkan dalam tubuhmu mengalir darah panas yang menggelora, asalkan engkau mengacungkan obor yang berada di tangan mengusir binatang-binatang buas, cepat atau lambat engkau pasti tiba ditempat yang ingin engkau tuju. Tempat itu adalah suatu tempat yang jauh, itu adalah sebuah desa kebahagiaan.

Ketika engkau berkemas-kemas akan pulang, ayah harus memberitahu dirimu, jangan lupa menyediakan hadiah bagi orang-orang yang pernah membantu dirimu.

Engkau harus ingat dalam perjalananmu, kau pernah minum air yang disuguhkan oleh orang lain.
Engkau pernah makan makanan yang diantarkan oleh orang lain.
Engkau pernah mendengarkan suara nyanyian dari seorang gadis atapun alunan seruling dari seorang pemuda.
Engkau pernah menanyakan jalan pada seorang anak kecil. Engkau pernah melewatkan malam yang sangat pekat dan panjang di dalam rumah kecil milik seorang pemburu.

Anakku, harus mengingat mereka, mengingat raut wajah dan suara mereka. Sebelum engkau kembali, engkau harus menyiapkan hadiah bagi mereka.

Engkau bungkus dengan teliti dan baik beberapa potong kain sutera, beberapa biji batu yang indah. Engkau harus menyediakan bunga segar untuk gadis itu, engkau harus menyiapkan tembakau bagi orang yang tua, engkau mengingat anaik-anak kecil yang jenaka itu, hadiah untuk mereka adalah yang paling mudah tetapi juga yang paling sulit didapat.

Hadiah-hadiah berikut ini sudah lebih dari cukup bagi mereka. Ceritakan pemandangan yang pernah engkau lihat dalam perjalanan, ceritakan cerita yang pernah engkau dengar, juga sampaikan ke mereka pikiran, perasaan dan pengalaman, ceritakan semuanya kepada mereka di pinggir api unggun.

Memberitahukan kepada mereka yang kekurangan air, tempat dimana mereka dapat memperoleh air itu.
Memberitahukan kepada mereka yang sakit, tumbuhan apa yang bisa menyembuhkan penyakit.
Beritahukanlah pengalaman perjalananmu ini kepada mereka, beritahukanlah kepada mereka jalan terjal yang berada di depan sana.

Semuanya ini merupakan hadiah yang terbaik.


Anakku, jangan lupa menyediakan hadiah bagi mereka yang pernah membantu kita, hanya dengan demikian, perjalanan jauhmu baru bisa dikatakan tidaklah sia-sia.

Jumat, 20 Agustus 2010

Pakaian ber-merk

Setiap orang dapat saja memakai pakaian bermerek terkenal, namun tidak banyak yang dapat mengenakannya hingga timbul sense of reality. Karena yang penting bukannya apa yang dipakai, melainkan sesuai atau tidak dipakai.

Ada orang yang mengandalkan benda-benda di luar untuk membangun percaya diri, sehingga mereka mengenakan pakaian dan perhiasan yang mahal-mahal, mengira dapat menimbulkan kesan keanggunan martabat, namun biasanya orang yang paling kita hormati sesungguhnya tidak ada hubungan dengan merek pakaian mereka, melainkan karena moral, karakter dan sikap mereka dalam berprilaku.

Tentunya pakaian dan perhiasan yang indah tentu saja akan menimbulkan dampak berlipat ganda, bila kombinasi pakaian yang sesuai dan harmonis menimbulkan rasa percaya diri, ditambah sikap yang anggun dan karakter yang baik, saya rasa akan sangat excellen.

Pada hakekatnya, asalkan mampu mengendalikan diri, permasalahan dalam kehidupan yang beragam ini dapat diselesaikan. bersyukur dan berserahlah.


Namun, dalam menempuh perjalanan hidup ini, orang yang benar-benar disegani, baik dia mengenakan pakaian bermerek ataupun tidak, dukungan yang dia peroleh pastilah melampaui orang yang sekedar dipenuhi pakaian merek terkenal.
karena Karakter, sikap dan Moral seseorang akan ter-ukir manis di setiap hati orang yang mengalaminya.

Selasa, 13 Juli 2010

Sejarah NOBEL

Sebuah damai di hati dari seorang penemu, ilmu alam, ahli kimia Swedia Alfred Nobel menemukan dinamit. Namun, penemuannya yang dia berpikir akan mengakhiri perang terlihat oleh banyak orang sebagai sebuah produk yang sangat mematikan. Pada 1888, ketika saudara Alfred Ludvig meninggal, sebuah surat kabar Perancis keliru memuat obituari untuk Alfred yang menyebutnya pedagang "kematian."
Dalam sejarah tidak ada yang ingin tertulis di batu nisan dengan kata-kata yang mengerikan itu, Nobel yang sangat terkejut akan pemberiataan di koran dan sanak saudaranya, menginspirasinya memberi penghargaan yang sekarang terkenal Hadiah Nobel.

Siapa Alfred Nobel? Mengapa Nobel mengalami kesulitan saat memulai pemberian hadiah?


Alfred Nobel dilahirkan pada 21 Oktober 1833 di Stockholm, Pada 1842, saat Alfred berusia sembilan tahun, ibunya (Andrietta Ahlsell) dan saudaranya (Robert dan Ludvig) pindah ke St Petersburg, Rusia untuk bergabung dengan ayah Alfred (Immanuel), yang telah pindah ke sana lima tahun sebelumnya. Tahun berikutnya, adik Alfred, Emil, lahir.
Immanuel Nobel, arsitek, pengembang, dan investor membuka ‘machine shop’ di St.Petersburg, menjadi sangat sukses setelah kontrak kerja dengan pemerintah Rusia membangun senjata pertahanan.
Karena keberhasilan ayahnya, Alfred belajar di rumah sampai usia 16. Namun, banyak yang menganggap Alfred Nobel orang berpendidikan. Selain menjadi seorang kimiawan terlatih, Alfred adalah seorang pembaca setia sastra dan fasih berbahasa Inggris, Jerman, Perancis, Swedia, dan Rusia.
Alfred juga menghabiskan dua tahun perjalanan. Dia menghabiskan banyak waktu untuk bekerja di sebuah laboratorium di Paris, tetapi juga melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. Setelah kembali, Alfred bekerja di pabrik ayahnya. Dia bekerja di sana sampai ayahnya bangkrut pada tahun 1859.
Alfred segera mulai bereksperimen dengan nitrogliserin, menciptakan ledakan pertama di awal musim panas 1862. Hanya dalam satu tahun (Oktober 1863), Alfred menerima paten Swedia untuk detonator perkusi - suatu "Nobel ringan."
Setelah pindah kembali ke Swedia untuk membantu ayahnya dengan sebuah penemuan, Alfred mendirikan pabrik kecil di Helenborg dekat Stockholm untuk memproduksi nitrogliserin. Sayangnya, nitrogliserin merupakan bahan yang sangat sulit dan berbahaya untuk ditangani. Pada tahun 1864, pabrik Alfred meledak - membunuh beberapa orang, termasuk adik Alfred, Emil. ledakan itu tidak menghambat Alfred, dan hanya dalam waktu satu bulan, ia mengatur pabrik lain untuk memproduksi nitrogliserin.

Pada tahun 1867, Alfred menciptakan dinamit baru dan aman, ledakannya dapat dikendalikan.

Meskipun Alfred menjadi terkenal karena menemukan dinamit, banyak orang tidak tahu Alfred Nobel secara dekat. Dia adalah orang pendiam yang tidak suka menunjukkan ketenarannya. Temannya sangat sedikit dan tidak pernah menikah.
Meskipun ia mengakui kekuatan destruktif dinamit, Alfred percaya itu pertanda damai. Alfred menyampaikan Bertha von Suttner, pembela perdamaian dunia, pabrik saya dapat mengakhiri perang lebih cepat dari kongres Anda. * Suatu hari ketika dua pasukan tentara dapat memusnahkan satu sama lain dalam satu detik, diharapkan semuanya akan mundur dari perang dan menarik pasukan mereka. *
Sayangnya, Alfred tidak melihat perdamaian di masanya. Alfred Nobel, ahli kimia dan penemu dinamit, meninggal pada 10 Desember 1896 setelah menderita pendarahan otak.
Setelah Alfred Nobel dikremasi, keluarga membuka surat wasiatnya. Semua orang terkejut.

Wasiat
Alfred Nobel telah menulis beberapa wasiat selama hidupnya, tetapi yang terakhir tanggal 27 November 1895 - kurang dari satu tahun sebelum ia meninggal.
Akan diberikan hadiah Nobel senilai sekitar 94 persen dari kekayaannya untuk pembiayaan lima hadiah (fisika, kimia, fisiologi atau kedokteran, sastra, dan perdamaian) kepada "orang-orang yang, telah memberikan manfaat besar kepada umat manusia."

* As quoted in W. Odelberg (ed.), Nobel: The Man & His Prizes (New York: American Elsevier Publishing Company, Inc., 1972) 12. * Seperti dikutip dalam W. Odelberg (ed.), Nobel: The Man & Hadiah Nya (New York: American Elsevier Publishing Company, Inc, 1972) 12.
Bibliography Bibliografi
Axelrod, Alan and Charles Phillips. What Everyone Should Know About the 20th Century . Axelrod, Alan dan Charles Phillips. Apa yang Harus Anda Ketahui Tentang Semua orang abad ke-20. Holbrook, Massachusetts: Adams Media Corporation, 1998. Holbrook, Massachusetts: Adams Media Corporation, 1998.
Odelberg, W. (ed.). Nobel: The Man & His Prizes . Odelberg, W. (ed.). Nobel: The Man & Hadiah-Nya. New York: American Elsevier Publishing Company, Inc., 1972. New York: American Elsevier Publishing Company, Inc, 1972.
Official Website of the Nobel Foundation. Situs Resmi Yayasan Nobel. Retrieved April 20, 2000 from the World Wide Web: http://www.nobel.se Diperoleh April 20, 2000 dari World Wide Web: http://www.nobel.se

Jumat, 25 Juni 2010

K E P U A S A N

Antara ketenaran dan kehidupan, atau antara kesehatan dan kekayaan, mana yang kita anggap lebih penting? Antara memperoleh ketenaran dan kekayaan atau kehilangan kebahagiaan dan kesehatan, mana yang lebih kita inginkan?

Jika kita terlalu kikir, kita akan membayar dengan harga mahal. Jika kita berpegang pada kekayaan terlalu banyak, kita akan menderita kerugian besar. Jika kita tahu kapan harus puas, kita tidak akan menderita aib. Dan jika kita tidak tahu ke mana harus berhenti, kita akan menempatkan diri sendiri dalam bahaya.

Mata yang buta cahaya dan buta warna, telinga yang tuli dari suara dan tuli dari kemarahan. Lidah yang mati rasa dari rasa bumbu dan rempah-rempah. Mengejar kesenangan mendorong kita keluar dari pikiran jernih kita. kepemilikan atas harta mendorong kita untuk melakukan hal yang salah.

Jika kita menikmati keinginan tanpa menahan diri, kita akan menuju kehancuran.

Mengambil sedikit, kita akan memiliki lebih. Menginginkan lebih, kita akan terobsesi.

Tidak ada bencana yang lebih besar daripada keinginan tak terpuaskan. Tidak ada yang lebih buruk daripada keserakahan yang tak terbatas. Mereka yang merasa puas akan selalu merasa cukup. Itu sebabnya orang bijak membatasi hal-hal yang berlebihan, pemborosan dan yang bersifat ekstrim.

Menghargai hidup sederhana dan kejujuran yang polos. Memiliki sedikit keinginan dan tidak egois.

Ketika manusia menahan keinginan, akan ada kedamaian dalam pikiran. Ketika ada kedamaian dalam pikiran, akan ada perdamaian di dunia.

Jika manusia mampu memahami orang lain, dia manusia cerdas. Jika manusia mampu memahami diri sendiri, dia tercerahkan. Jika manusia mengalahkan orang lain, dia memiliki kekuatan. Jika manusia menaklukkan diri sendiri, dia memiliki kekuatan yang nyata.

Sepertiga dari manusia ditakdirkan untuk memiliki hidup yang panjang. Sepertiga adalah ditakdirkan untuk memiliki hidup yang pendek. Dan sepertiga yang lain sebenarnya mampu hidup lama tapi terpotong menjadi pendek. Mengapa? Karena mereka terobsesi oleh keinginan mempertahankan hidup mereka. (net/ran)

Jumat, 11 Juni 2010

Kebahagian dari hal kecil

Manusia yang hidup di zaman sekarang ini, amat mendambakan kebahagiaan dalam kehidupannya. Jika demikian bagaimana cara membuat Anda bahagia? Kita bisa berangkat dari hal-hal kecil dalam kehidupan.
Misalnya berjalan-jalan keliling rumah atau taman saat hari cerah selama satu jam, atau dengan membawa anjing kecil berjalan-jalan di luar, atau bisa juga menyibukan diri pada pekerjaan tangan yang disukai.
Kegembiraan kecil jika dikumpulkan akan jauh lebih terasa bila dibandingkan dengan kegembiraan yang meluap-luap namun hanya sesaat.
Kecerdasan merupakan suatu benda yang sangat unik, dia bisa mengingat segala kejadian yang luar biasa, tetapi malah mengabaikan kejadian yang umum, misalnya seperti memperhatikan kecelakaan pesawat, tetapi tidak memperhatikan bahwa di dunia setiap hari ada empat ribu kali lebih pesawat yang terbang dan mendarat dengan selamat.
Kita hanya mengingat kejadian besar dalam kehidupan dan umumnya adalah ekstrim positif atau negatif, maka dari itu ketika kita mengingat kembali seluruh kehidupan kita, bisa salah menganggap bahwa kebahagiaan itu dibangun di atas peristiwa-peristiwa besar, dan mengabaikan peristiwa-peristiwa kecil yang setiap hari terjadi didalam kehidupan kita.
Maka dari itu jangan menjaminkan seumur hidup Anda pada peristiwa besar, misalnya seperti berharap bisa mendapatkan hadiah utama undian, naik jabatan menjadi direktur utama atau mendapatkan keuntungan besar.
Setiap hari ada banyak sekali kejadian-kejadian kecil yang membuat Anda bahagia, jika Anda mau sepenuh hati menemukan kicauan burung dan keharuman bunga, makanan yang lezat, persahabatan yang tulus dan jujur serta pekerjaan yang bermakna. Acapkali berpikir kebahagiaan saat ini sangat penting, karena dia bisa menjadi bantalan penyangga, melindungi Anda dari gempuran kesedihan hati, juga bisa secara langsung mempengaruhi kesehatan Anda.
Jangan selalu tenggelam di dalam kekurangan Anda, ingatlah kebahagiaan bisa memperpendek penantian Anda dan jarak penilaian antara diri Anda sendiri. Anda boleh mengubah dugaan Anda atau lebih mudah mengagumi keunggulan Anda.
Di dalam kehidupan ini acapkali bisa terjadi hal-hal di luar dugaan. Ketika tragedi terjadi di samping kita, tempatkan sebuah “alat penghitung” kebahagiaan dalam hati Anda, serta terus-menerus menambahkan nilai perhitungan itu, maka bisa lebih mudah menyelesaikan kejadian-kejadian yang membuat orang ketakutan.
Marilah menyisakan tempat yang tertinggi di dalam hati, jika Anda bisa demikian maka Anda adalah orang yang bisa dikelilingi oleh kebahagiaan. prm

Jumat, 07 Mei 2010

Kepedulian





Saudara2 TerKasih,

dalam kehidupan ini banyak hal yang terjadi tidak sesuai seperti angan kita sebagai manusia; akan tetapi apapun yang terjadi pastinya TUHAN punya rencana besar atas kehidupan kita masing2 sehingga kita masih diberi kesempatan hidup karena kita berharga di hadapanNYA.

Seperti anak Desak Made Jesiari ini yang ceria bersenandung.
saya percaya anak ini punya potensi yang luar biasa. hasil operasi yang ditangani oleh Prof Sri Malyawan (di RS Sanglah- Denpasar) 2 Jan 2008 sangat bagus. akan tetapi kurangnya penjelasan paska operasi membuat orang tua tidak melakukan treatmen yang seharusnya ditambah keterbatasan finansial keluarga. apa boleh dikata semua sudah berlalu. kami minta bimbingan ke RS Sanglah dengan menyertakan CT Scan dan mendapatkan tanggapan sangat baik. kami diundang untuk konsultasi Prof Sri Malyawan dengan didampingi Dr Ida Ayu Yuli, hasilnya dinyatakan tidak perlu operasi ulang, dirujuk ke Tumbuh kembang setelah pemeriksaan dan akhirnya kami di rujuk ke IRM untuk fisioterapi.

dengan treatmen yang sekarang dijalankan; angan/ cita2 yg paling dekat saya pribadi 6 bulan anak Jesiari bisa duduk. Amin
saya percaya di saat kita memohon, dan percaya dengan Iman akan terjadi; hal ini bisa tercapai dengan komunikasi dan bimbingan Direktur Utama RS Sanglah dan Team melalui Dr Ida Ayu Yuli pastinya sebagai Custemer Service.

Kami yang masih berjuang meng-upayakan anak Jesiari menapaki hidup yang lebih baik sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak Targetnya tidak hanya sampai bisa duduk pastinya sampai dengan anak bisa mandiri.

Syukur pada Allah setelah 2 minggu anak D Jesi mendapatkan terapi, ditambah asupan nutrisi yang mulai membaik, karena mulai belajar minum susu kembali dari hanya sanggup 50cc kurang sekarang habis 100cc dan multivitamin dari tumbuh kembang. urat dikepala sudah tidak biru, pipi mulai ada yang menakjubkan adalah bisa tengkureb dan balik terlentang sendiri.

Terima kasih Tuhan, Anak Jesi telah memberi kami banyak pelajaran,
1. Emphaty
2. Komunikasi, dalam arti bisa mendengar dan berani mengutarakan
3. Selalu ceria (anak Jesi yang selalu bersenandung)
4. Usaha dan menjalani dengan hati yang gembira

selanjutnya akan saya up date saat ada perkembangan dan pelajaran yang baru


Salam Kasih

Louisa Sidodana Tjhie

Minggu, 02 Mei 2010

Tumbuh Tegar

Di pinggiran hutan tampak sekelompok bunga bermekaran indah sekali, mereka dengan riang memanggil para lebah dan kupu-kupu, “Hai lebah! Disini ada bunga yang harum dan penuh madu!”, sahut salah satu bunga. Bunga yang lainnya juga tidak mau kalah, “Hai kupu kupu, cepatlah kemari! Bungaku penuh madu yang manis dan lezat”. Bunga pertama tetap tidak mau mengalah, “Itu adalah Lebah bukan Kupu kupu!”, dibalas temannya, “Bukan, itu adalah Kupu kupu!”, “Lebah!, Kupu kupu ! Lebah! Kupu kupu!, kedua bunga itu berdebat. Bunga bunga yang lain tertawa melihat mereka. Ha ha ha ha ha ha. Suasananya sangat ceria.

Diam-diam, dibawah sebuah pohon besar, Nampak sekuntum bunga kecil menatap dengan iri. Bunga-bunga lainnya mencoba mengajaknya, “Bunga kecil maukah ikut bermain dengan kami?” Si bunga kecil dengan ketus menjawab, “Saya tidak mau ikut!. Bunga-bunga lainnya heran, “Mengapa?” Bunga kecil berkata, “Matahari bersinar terik, saya takut sinarnya akan membakar tubuhku”. “Janganlah takut, lama kelamaan akan terbiasa, matahari akan membuat kita tumbuh kuat dan semakin besar”, rayu bunga-bunga lainnya. Tetapi si bunga kecil tetap bersikeras, “Untuk apa saya menjadi kuat dan besar, bukakah sudah ada pohon besar yang selalu melindungku?!’

Tak berselang lama, ternyata hujan. Rintik-rintik air hujan membasahi para bunga, “Wah, turun hujan, turun hujan!”, terdengar teriakan bunga-bunga. “Waktu mandi telah tiba lagi!”, sahut bunga A. Mereka dengan riang bersenandung, “La la hu, la la hu, assyiikk sungguh enak dan nyaman!”. Bunga kecil melihat mereka sambil bergerutu, “Kalian semuanya basah kuyup, apanya yang asyik!”. Beberapa saat, sang pelangi pun muncul, “Hai kakak Pelangi apa kabar?” sapa para bunga, “Kakak pelangi cantik sekali, berwarna warni!” puji bunga A.

“Dimana? Di mana kakak Pelangi? “ si bunga kecil karena tertutup pohon besar tidak bisa melihat pelangi, “Ah sudahlah, kakak Pelangi pasti tidak akan lebih cantik dariku”. Tiba-tiba bunga B berteriak, “Sssstttt, pelankan sedikit suaramu, ada manusia datang!” Dari kejauhan terlihat dua sosok manusia mendekati mereka, salah seorang membawa kapak besar sambil menunjuk, “Itu pohonnya, apa yang saya katakan tidak salah bukan?” Temannya melihat, “Iya, betul! Itu pohon yang sangat besar, ayo kita tebang pohon itu”.

Terdengar suara hiruk pikuk. “Celaka, celaka mereka mau menebang pohon besar ini!” Sang bunga kecil berteriak, “Hentikan, hentikan, pohon ini punyaku!” Melihat manusia terus menerus mengayunkan kapak ke tubuh pohon besar, bunga kecil sambil menangis sambil terus berteriak dan gemetar. Bunga A berkata, “Adik bunga, manusia tidak mengerti bahasa kita”.

Akhirnya pohon besar telah di tebang, dibawah rintik-rintik hujan, sang bunga kecil terkurai lemas. Para bunga merasa iba, “Adik bunga, ayo bangkitlah! Jangan engkau merasa tak berdaya”, Bunga kecil hanya bisa merintih, “Tidak bisa, saya sudah tidak berdaya, saya hanya menunggu ajal”. Bunga A berkata “Jangan berkata demikian, kami semua akan menemanimu”. Langit bertambah gelap, “Lihatlah ada segerombolan awan hitam, kita semua bersiap-siap, hujan lebat akan segera turun!”, bbrr, hujan lebat turun disertai petir, tapi para bunga telah siap menghadapinya. Bunga kecil dengan suara lemas berkata “Saya sungguh kagum, hujan dan badai pun kalian tidak takut.” Bunga A menjawab, “Ini hal biasa, tidak akan mempersulit kami”. Suara bunga kecil makin melemah, “Maaf, saya mungkin tidak bisa setegar kalian, saya harus berpamitan dulu”. Bunga kecillll!

Ketika siuman, bunga kecil masih ditemani oleh teman-temannya. Bunga A berkata, “Bunga kecil, saya mendadak teringat pengalaman yang sama sepertimu” “Benarkah?”, suara bunga kecil masih terdengar lirih. “Iya, waktu itu tubuh kita semua kecil dan kurus, juga tidak tahu bagaimana bentuk hujan badai dan petir”. Bunga B melanjutkan, “Sehingga sewaktu hujan dan badai kami sangat menderita, tetapi kami selalu bersama dan saling memberi semangat”. Para bunga pun mengenang masa lalu, “Setiap kali badai berlalu, kami mengibaskan air hujan dan perlahan-lahan meluruskan badan lalu menyapa paman matahari”. Dan Paman matahari berkata, “Bunga bunga yang tegar, kalian tampak semakin tinggi aja, ha ha ha ha ha ha “ “Segala rintangan malah membuat diri kami semakin tumbuh kuat dan sehat. Bunga kecil, kamu juga bisa seperti kami, bukankah pohon besar itu pun selalu menyemangatimu”. Bunga A menyelesaikan ceritanya.

Bunga kecil terdiam, teringat akan ucapan sahabatnya si pohon besar, “Kamu harus berani dan tegar, jangan lupa bahwa pohon yang besar itupun berasal dari pohon kecil”. Pelan-pelan, bunga kecil berusaha bangun kembali, “Baiklah, saya sekarang akan bangkit dan menjadi tegar”.

Pagi yang cerah, para lebah dan kupu kupu sedang bekerja. Para bunga pun berteriak, “Hai lebah! Disini ada Bunga yang harum dan penuh madu!” Bunga yang lainnya juga tidak mau kalah, “Hai kupu kupu, cepatlah kemari! Bungaku penuh madu yang manis dan lezat”. “Itu adalah lebah bukan kupu kupu!” dibalas temannya, “Bukan itu adalah kupu kupu!” Si bunga kecil ikut berteriak. Bunga kecil telah tumbuh besar dan kuat. Lebah! Kupu kupu ! Lebah! Kupu kupu! Ha ha ha….. Mereka semua tertawa bersama dibawah sinar hangat paman matahari.

Segala rintangan dan kesulitan yang adik-adik hadapi, akan mengembleng kalian semakin dewasa, kuat dan tabah. Yang penting jangan cepat menyerah. Ayo! (hui)